Sungguh minggu yang kelabu utk keluarga kami, kali ini. Saat weekend yang mestinya bisa dipake rehat, ternyata kami kehilangan sekaligus 2 orang yang kami hormati dan sayangi.
Minggu tgl 3 agustus siang diawali dengan berita meninggalnya Pak Bob Rusli Tjetjep. Bukan keluarga, tetapi beliau lah yang mewarnai danau kehidupan kami. Termasuk membawa kami sekeluarga sampai ke kota Gresik sekarang. Kiprah beliau sebagai pimpinan di perusahaan di tempat istri saya bekerja sungguh besar jasanya bagi kami. Sampai kemudian Pak Bob Rusli memutuskan bergabung dengan PT Fugui – Gresik. Hingga akhir hayat, Pak Bob masih aktif sebagai karyawan. Beliau meninggal karena sakit yang sepertinya tidak terasa sebagai sebuah sakit. Masih aktif sekali bergerak dan beberapa jam sebelum meninggal, sudah ada di bandara Hasanuddin untuk kembali ke Surabaya.
Selamat Jalan, Pak Bob. Terima kasih telah mewarnai air danau kehidupan kami. Sungguh besar jasamu.
Lalu beberapa jam kemudian, saat adzan ‘Isya berkumandang di Gresik, berita duka datang dari adik Hely Hidayat. Hafidz Bachtiar, Anak semata wayang yang berumur 13 bulan dipanggil Allah. Karena sakit. Pasti sebuah rasa sakit yang luar biasa bagi keluarga mereka, seperti sakit yang sama yang sedang kami alami atas kepergian Kakak, tepat di tanggal yang sama, 4 bulan yang lalu.
Selamat jalan, dik Hafidz. Jemputlah kedua orang tuamu kelak nanti di jembatan Shiratul Mustaqim, seperti yang telah Allah janjikan kepada kami. Sampaikan salam kami kepada Kakak, andai dik Hafidz bertemu di surga Allah. Untuk orang tua yang ditinggalkan, hanya ada satu cara yaitu kesabaran. Wa afri ghisshobro ‘alaa kulu bihima.


[...] Related post, silahkan baca juga: http://yb3td.wordpress.com/2008/08/07/minggu-yang-kelabu/ [...]
By: In Memoriam Mr Bob Rusli Tjetjep | Insya Allah... Aku Pasti Bisa! on September 13, 2008
at 11:38 am
Pak Bob adalah ipar saya yang tercinta. Waktu ayah saya baru meninggal dunia, dia biayai kami punya sekolah (3 orang). Kami lalu pindah ketempat tinggal beliau di jalan Veteran di Makassar.(Waktu itu beliau baru punya anak satu). Tuhan memberi banyak ilmu dan kecukupan untuk pak Bob dan beliau tidak sungkan sungkannya menyebarkannya untuk orang orang yang membutuhkannya. We love you cahu Bob. love effie
By: effie on February 20, 2009
at 10:01 am
Ibu Effie, makasih sudah share di sini. bagi kami yang bukan sodara pun, pengaruh beliau sungguh besar. istri saya sudah bekerja utk beliau sejak 1996 di Panganmas-Cilacap. Sampe pindah ke gresik pun atas rekomendasi beliau. di dunia wheat, semua orang tau beliau. 12 tahun yang amat berkesan untuk kami sekeluarga. sungkem kami utk Bu Lucia di Jakarta. semoga sehat selalu. dari Amalia di Gresik.
By: yb3td on February 22, 2009
at 1:38 pm