Posted by: yb3td | December 1, 2008

eQSO (dan iQSO) Illegal?

Iya betul, eQSO (dan iQSO) adalah illegal. Ngga percaya? Atau ngga mau tahu?

He he he asyik nih topiknya. Soalnya banyak yang pro, dan banyak yang kontra. Tapi boleh dong saya tulis pendapat pribadi. Yang jelas, saya netral posisinya. Bahkan sejujurnya tidak suka utk muncul di eQSO karena ngerasa aneh aja ada orang ngobrol kok bisa siang-malem.

Ada saat-saat tertentu dimana eQSO (dan iQSO sebenernya, tapi saya anggap eQSO juga mewakili iQSO dan teknologi VoIP amatir radio lain) menjadi illegal. Tetapi ada juga saat dimana eQSO hanya berstatus setengah illegal. Kalo legal, mengacu pada UU 36/1999 tentang Telekomunikasi, sayang saya masih belum bisa nemu pasal yang membuatnya bisa jadi legal.

UU 36/1999 secara jelas dan meyakinkan melarang koneksi antara jaringan telekomunikasi khusus dengan jaringan telekomunikasi lainnya (pasal 29.1). Artinya bahwa eQSO yang berkomunikasi dengan sesama client eQSO (komputer ke komputer) adalah tidak melanggar UU 36/1999. Tetapi kalo ternyata ada upaya menyambung client eQSO ke radio (komputer ke radio komunikasi) melalui gateway, maka hal itu yang melanggar UU 36/1999. Jadi selama eQSO tidak menjembatani komunikasi dari radio ke internet, eQSO tidak melanggar.

eQSO maksimum hanya bernilai setengah melanggar karena adanya SK Menhub yang menunjuk operasi VoIP hanya diijinkan kepada 5 operator komersial saja. Dan sayangnya amatir radio tidak ada dalam daftar itu. Jadi penyelenggaraan VoIP oleh eQSO adalah bertentangan dengan aturan Menteri. Tapi kita semua tau kan, ORARI ini ahlinya pelanggar aturan Menteri. Masih ingat saya, dulu waktu KM49/2002 baru keluar, satu top management ORARI Pusat sudah menanggapinya dengan mengatakan ORARI tidak bisa melaksanakan KM49/2002. Nah lo, lebih sakti ORARI dibanding Menteri Perhubungan. Bahkan saya juga dulu waktu ujian kenaikan tingkat ke Penegak, ujian morse cuma pake 8 WPM. Padahal SK27/1998 Dirjen Postel masih berlaku saat itu. Jadinya ya silahkan anda ambil sikap sendiri soal pelanggaran penyelenggaraan VoIP ini oleh ORARI.

ORARI Pusat memang saat ini memayungi eQSO dengan membuat server di eqso.orari.or.id . Tetapi anda harus hati-hati, hal-hal apa saja yang dipayungi oleh ORARI Pusat. Karena kalo hanya antar komputer, eQSO tidak melanggar UU 36. Tetapi penggunaan gateway komputer ke radio adalah jelas merupakan pelanggaran UU36. Dan apakah ini juga termasuk yang dipayungi oleh ORARI Pusat. Andaikan tidak dipayungi, suatu saat anda para penyelenggara gateway kena razia, siap-siap tanggung jawab sendiri. Sayang, saya ngga punya akses ke ORARI Pusat utk konfirmasi soal ini, hitam di atas putih.

Ada pasal 5 dan pasal 7 UU 36/1999 yang bisa dipaksakan (sangat) untuk dijadikan legalitas penelitian, uji coba, research, development, pengembangan atau apalah istilahnya untuk kemajuan amatir radio (sesuai hakikat amatir radio yang progresif). Tetapi itu berlaku utk (hanya) research. Jadi kalo bukan research, ya ngga boleh. Misalnya eQSO Nusantara Net, dimana faktor research nya? Atau ngobrol ngalor-ngidul sekedar menghabiskan bandwidth dan bercanda, dimana faktor research nya?

Atau, ah udah lah. Pusing-pusing amat. Au Ah ….. Elap.

DISCLAIMER
Rupanya posting saya yang ini adalah nomor 3 penyumbang traffic terbesar ke blog saya. Artinya bahwa posting saya digunakan oleh masing-masing kubu dengan cara berbeda dalam menyikapi legalitas eQSO dan iQSO. Untuk itu, melalui DISCLAIMER ini, kepada pihak yang kontra eQSO dan iQSO, saya sangat keberatan pendapat pribadi saya ini digunakan dalam mengambil sikap menentang keberadaan eQSO dan iQSO. Cari pasal-pasal anda sendiri kalo anda hendak menentangnya dan jangan gunakan pendapat pribadi saya ini. Sedangkan kepada anda yang pro dengan eQSO dan iQSO, silahkan maju terus eksperimennya dengan resiko tanggung sendiri. Tetapi bolehlah saya mengingatkan kepada diri saya sendiri bahwa kebanggaan saya sebagai seorang ARI (amatir radio Indonesia) adalah ketaatan dan kepatuhan saya terhadap PPAR. Inilah ciri-ciri khas amatir radio.


Responses

  1. Yoi betul sekali. Ndak usah jauh-jauh berkaitan dengan e/iQSO. Untuk mempertahankan band amatir dari mis-use saja ndak bisa. Misalnya di call area 0 (bukan 0 call area ya :-D ), tatacara berkomunikasi yang sesuai operating procedure pada band 2m hanya bisa didengar (terutama) di 145-146Mhz dan itupun di frekuensi ORARI Lokal. Padahal alokasi Amatir Radio di Indonesia pada band 2m ada pada 144 s.d. 148 Mhz. Jadi kelihatannya alih-alih mempertahankan band amatir lebih bagus pindah saja ke VoIP. Au ah elap juga nih…

  2. membaca komentarmu, aku speechless nih. jari-jari bergetar, bibir terasa kelu. soale belum makan malem. sik tak mancal piring dulu.

    tnx 4 visiting, bro.

  3. Cak Rivai, yok opo kabare peno? Met taon baru yo. Rileks gak usah serius2 ah….he..he..he…
    Jarene si ahli hukum utk menjelaskan status sesuatu harus disebutkan pasal demi pasal dlm hukum yang berlaku. Dadi kalo ndak ada pasal yg nyebut kedua hamradio dan voip (dalam satu pasal) maka masing2 boleh pinjem (dlm pembelaan hukum itu disebut permainan kata2), gitu cak. Hati2, akibat ada yg main kata2, orang lain bisa masuk bui, cak, he..he..he… 20 tahun kemudian baru ditemukan ybs tak bersalah, lo gimana? Benar, dng kata lain, untuk membaca, memahami, menginterpretasikan dan mentaati hukum itu adalah tanggungjawab pribadi, cak.

    Contoh di Amrik, negara pertama yg melahirkan hamradio/amateur radio dan hamradio via internet (EchoLink) — disusul Kanada dng IRLP dan UK dng eQSO dan Ina dng iQSO. FCC mengatur stasiun amatir radio, tidak mengatur systems (EchoLink, IRLP, eQSO dlsb). Jadi diskusinya adalah bagaimana mengoperasikan stasiun yang dihubungkan ke internet secara legal. Harus konsisten dng aturan pemerintah ttg operating procedure how to operate an amateur radio station, ya kan.

    Pertanyaan lain. Jika operasi hamradio itu dilakukan via internet apakah itu masih bisa disebut hamradio atau amateur radio 100%? Lalu apa definisi amateur radio/hamradio? Ada yang bilang bhw komunikasi dng system IRLP itu masih dianggap operasi hamradio krn kedua users/operators harus menggunakan radio (tidak bisa VoIP, CWoIP atau TVoIP pake PC). Sedangkan EchoLink dan eQSO bisa menggunakan radio dan PC multimedia. Apakah ini masih bisa disebut hamradio tulen 100%?

    Ada fenomena lain lagi. Di Amrik, siaga dilarang pake phone mode (melalui radio) qso dng licensee dari dan berada di negara lain. Sebaliknya, jika si siaga pake PC mic via EchoLink atau eQSO qso dng licensee tingkat apa saja di negara lain yg juga menggunakan PC mic tidak ada larangan. Apakah ini bisa disebut komunikasi atau operasi hamradio? Apa bedanya dng Skype dan Y!M?

    Nampaknya kini di jaman teknologi komputer canggih, aspek2 hamradio semakin bertambah dan semarak. Inilah yang perlu diatur dng seksama. Agar tidak salah interpretasi dan dianggap melanggar hukum. Selain pemerintah, organisasi pun perlu membina dan memberikan pencerahan agar operasi hamradio bisa aman, nyaman dan menguntungkan.

    Wis, kebanyakan ngoceh bisa memble eh jontor drijine….he..he..he… Met taon baru buat semua sobat2 AR di Ina dan mancanegara…. GBU. Tks n 73 de Wyn, AB2QV/YB3WYN (ex KC2KUC, W2WYN, YB9AAW).

    • waduh ada tamu agung mampir di blog saya. makasih cak Wyn utk waktunya mengomentari topik panas di blog saya. posting ini termasuk yang paling sering dibaca tapi paling sepi komentar juga (ada di stat).

      menyejukkan hati sekali komentarnya. saking sejuknya, sampe saya bingung cak Wyn ada di “pihak” mana. ha ha ha. saya sih simple aja cak, pake metode “as is” saja, yaitu apa adanya. apalagi cak Wyn justru mencontohkan yurisprudensi yang tidak berlaku di tanah sini, cak. jadi bingung mo nanggepi. he he he. cak Wyn juga tau “karakteristik” kita-kita di sini (dan pernah “ada pengalaman” juga ya cak). ada pasal KUHP yang melarang pengajuan PK oleh jaksa, tau-tau ada kasus dimana jaksa mengajukan PK dan terdakwa jadi dihukum 20 thn. ada kasus bebas murni hendak di kasasi oleh jaksa (padahal di KUHP kalo bebas murni ndak bisa di kasasi). ya begitulah di tanah sini. ada UU melarang ini-itu, bisa ada Kepmen berbunyi lain. saya cuma sorot dari aspek legalitas saja, cak. tidak lebih dari itu. dan posting ini justru berangkat dari kecintaan saya yang sangat mendalam terhadap hobi mainan radio ini. saya sedang mengingatkan diri saya sendiri bahwa sedang terjadi potensi pelanggaran terhadap UU 36/1999. saya tidak ingin ARI secara kelembagaan jadi punya catatan pernah melakukan pelanggaran terhadap UU yang sedang berlaku. karena dengan melakukan pelanggaran PPAR akan membuat ARI menjadi sama dan sederajat dengan “sodara” kita di sebelah.

      soal definisi lain-lain, saya ngga ada komentar, cak. karena tidak punya referensi utk setuju atau menolak. jadi biarkan saja waktu yang akan menyelesaikan. Wal ‘asyr, innal intsaana lafii khusrin. prinsipnya, kalo sejalan dengan UU, itu legal. tidak sejalan, berarti illegal. tidak pake “tapi”. he he he.

      makasih sudah mampir. salam utk keluarga di Syracuse. disini sedang musim hujan, duren dan rambutan. 73 de Rivai (yang pernah hampir ikut US Exam tapi tiba-tiba satu VE dipindah ke costa rica).

  4. Sing paling aman ….. smsan bae jelas legal …HP hapene dewek… pulsa… tukune nganggo duwite dewek.. ya ora mas IPANG…YB3TD …bodolan YB2MTA…he..he..he..Bacem wis arep duwe anak
    Jebule esih landep.
    Klilan.

    • wah dulur lanang, bisa-bisa kesasar ngeneh koh mas Agus. ya wong jerene blogging menganut kebebasan menulis apa saja. dadi ya tek tulis apa saja. ewodene ana sing mbrengkunung ya priwe mening.

      BCM wis njenengi koh mas. Andri apa ya kelalen. apa malah wis agi meteng mening keloro nyonyaeh? apa meteng sing nyonyah keloro? sing bener sing ngendi kiye?

  5. Ngape ngurusi macem gitu, yg penting orsng indonesia bisa maju dan terkoneksi satu dgn yang lain. pulsa dia sendiri kok repot, alat dia sendiri biar aja. yang penting rakyat Indonesia maju dan bisa pakai teknologi.

    • wah dimarahin JZ nih. ya ngga heran sih kalo orang JZ komentarnya gitu. hehehe

  6. waduh isun sing ngerti yo kang!!!!
    no coment

    • kalo saya sih lagi nunggu datangnya “Ratu Adil” aja mas. ternyata para petinggi kita suka mlintir-mlintir aturan. saya wong cilik cuma bisa menatap bengong aja. hehehehe


Leave a response

Your response:

Categories