Posted by: yb3td | April 28, 2012

Antenna Tiba-Tiba SWR Tinggi

Ini kejadian nyata dan menarik. Sekedar sharing, siapa tahu anda pernah mengalami atau akan mengalaminya. Sehingga artikel ini bisa jadi referensi menggelikan untuk anda.

Pada suatu sore menjelang maghrib, seminggu lalu kira-kira, tiba-tiba kaget karena radio saya (yang anyar gres ini) menunjukkan tidak ada RF power output. Selidik punya selidik, ternyata proteksi SWR nya aktif karena saat diukur SWR antenna inverted saya menunjukkan angka fantastis 1 : 10 !!!. Seperti kondisi tidak ada antenna. Ada titik-titik SWR terbaik yang berada di angka 1 : 5 . Tentu saja ini kondisi yang fatal kalo dipaksakan untuk memancar. Kondisi penerimaan juga buruk. Signal masuk diterima sangat kecil. Yang membingunkan adalah ada kondisi dimana pengukuran SWR menunjukkan angka menurun. Artinya tidak ada kawat elemen yang putus. Perkiraan saya balun kemproh 1:1 saya rusak atau ada kerusakan fisik di kabel coax saya yang cuma RG-58 versi 3500 per meternya.

Karena sudah menjelang malam, mata yang sudah tua ini ngga bisa diajak untuk investigasi lebih dalam. Paling hanya sekilas pake sontor mencoba menyorot kawat-kawat eleman yang ternyata masih ada di tempatnya itu. Semua sekilas masih normal secara fisik. Diputuskan investigasi akan dilanjutkan besok menunggu matahari terbit.

yb3tdEsok harinya berlanjut investigasinya. Ternyata ditemukan fakta menyebalkan apa yang membuat antenna inverted V saya njeplak banget SWR nya. Yaitu tukang-tukang bangunan yang sedang mengerjakan rumah milik orang belakang ternyata meletakkan besi-besi tulangan beton sekaligus merakitnya persis ada di bawah antenna inverted V saya secara membujur terhadap kaki segitiga antennea inverted V saya. panjangnya ya sekitar 70% dari total kaki segitiga antenna inverted V saya yang saya design bekerja di 40m band. Ini dia nih biang keroknya. Ketemu.

Untuk membuktikan dugaan ini, bentangan antenna inverted V lalu saya ubah menjadi melintang terhadap besi-besi tulangan itu. Dan langsung SWR kembali menjadi satu berbanding uget-uget (nyender banget gan). Siapa tau anda akan ketemu masalah begini, jangan panik dan jangan bingung. Segera pasang bentangan antenna anda menjadi melintang.

Posted by: yb3td | April 18, 2012

In Memorium YB3JBJ

yb3jbjTadi malam saya sengaja memilih mengenakan kaos YE3J yang saya belum saya pakai lagi setelah dari acara YE3J Kertosono untuk menghormati telah berpulangnya mas Farid YB3JBJ. Masih kuat ingatan saya soal sosok YB3JBJ yang meskipun baru kenal dan cuma berinteraksi 20 jam tetapi mengesankan kenangan baik yang mendalam. Siapa sangka posting saya tgl 26 Maret 2012 ternyata harus di update karena tokoh kunci YE3J sudah mendapat panggilan pulang ke alam barzah.

Mas Farid YB3JBJ sepertinya memang orang baik. Tingkah lakunya santun. Kalo dikerjain cuma cengengesan. Sesekali YB3JBJ dipanggil “Tuan Takur”. Lain kesempatan dipanggil dengan nama “Wan Abud”. Oke-oke aja dia, cuma dijawab dengan cengengesan. Waktu photo session utk facebook, YB3JBJ beberapa kali difoto oleh pak Rebo sambil diceletuki “terakhir !!.. terakhir!!”. Dijawab “Ojok ngono, rek”. Siapa sangka, ternyata itu memang foto terakhirnya.

Mendengar call sign YD3JBJ sudah sejak awal tahun 2000 an. Saat itu beliau sudah mulai aktif di kontes CW. Saya selalu hormat kepada CW contester. Jadi selalu ingat ada call sign YD3JBJ, lalu YC2JBJ dan akhirnya YB3JBJ. Kayaknya ngga lama juga itu naik privilege dari siaga sampe penegak.

Kenapa ya kalo orang baik kok lebih rentan terhadap kematian? Selamat jalan mas Farid YB3JBJ/SK.

Yaa Ayyuhan Nafsul Muthmainnah
Irji’ii Ila Rabbiki Radhiyatan Mardhiyyah
Fadkhulii Fii ‘Ibaadii
Wadkhulii Jannatii

Posted by: yb3td | April 16, 2012

Ternyata YB3TD Tidak Bisa Ngetuk Morse

yaesu ft857dTiba-tiba aja kok kepengin ngetuk morse secara manual waktu ikutan Japan International DX Contest 2012 kemarin hari minggu. Soalnya kok rasanya ribet banget kudu adaptasi dengan FT857D yang baru 48 jam nongkrong di hamshack. Jadi kan persiapannya lebih gampang cuma tinggal colok 3.5mm jack iambic keyer nya ke pantat Ft857D.

Busyet dah, ternyata saya ngga bisa ngetuk !!! Betul-betul grothal-grathul. Akhirnya ketemu speed nyaman di 18 wpm. Ya udah segitu aja. Mencoba peruntungan mengumpulkan piagam di kelas ringan Single Operator – Single Band 28 Mhz, siapa tau ngga ada yang nyamain di situ. Repot banget ngetuk manual. Yang CQ, yang njawab QSO sampai dengan salah-salah terus nulis data QSO di kertas. Hehehe. Ya begini ini kalo udah terbiasa dibuai kenikmatan kontes dengan bantuan software N1MM. Mungkin ada sekitar 8 tahun deh saya ngga ngetuk manual kalo kontes.

Akhirnya ya ngga tahan juga. Dapet 5 QSO, mutung. Lalu bongkar lemari nyiapin USD to Serial converter utk disambungin ke CW port di FT857D. Lanjut kontes deh. Lancar logging nya dan ngga jadi ngantuk karena kembali ke speed 30 wpm. Alhamdulillah total dapat 21 QSO. Ya ngga papa cuma dikit. Memang udah ngga begitu ramai di 10m. Dan power cuma 12 watt lho, diumpan ke quad 1 elemen yang SWR nya 2.0. Hehehe.

Ada yang selalu menarik setiap kali ikut kontes CW. Mungkin karena kecepatan dan akurasi saya dalam menjawab panggilan masuk, selalu saja ada yang curiga jangan-jangan saya adalah robot CW Skimmer. Kemarin aja ada dua stasiun yang ngetest saya. Yang pertama dengan cara tiba-tiba mengubah speed ketukan saat bertukar exchange number. Yang kedua dengan menggeser sedikit frekuensi dia sehingga bunyi tone sedikit naik. Cara-cara itu dikenal sebagai test sederhana apakah seseorang menggunakan morse translator software atau memang fair play menerima kode morse dengan telinganya. Selain itu juga ada yang entah sengaja entah engga dengan pura-pura salah ketuk dan mengulangi exchange number nya. Juga ada yang menggunakan keyer dengan weight yang tidak standar 1:3 . Pokoknya seru. Jangan coba-coba ikutan kontes dengan morse code translator. Karena akan mudah dikenali. Hehehe.

« Newer Posts - Older Posts »

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.