Posted by: YE3AA | November 1, 2012

Posting Terakhir di Blog YB3TD

Akhirnya setelah 5 tahun bermain-main tulisan di blog ini, dengan sedih saya harus mengakhiri posting-posting saya di blog ini. Saya sudah buat blog yang baru di ye3aa.wordpress.com untuk meneruskan keisengan saya soal menulis blog yang baru. Yang jelas karena saya sudah nggak punya hak lagi untuk menamai diri saya sendiri sebagai YB3TD karena memang sudah kadaluarsa ijin amatir radio saya itu.

Dengan total 98 posting termasuk yang ini (masih ditambah 3 posting lagi yang saya simpan sebagai draft) maka akan jadi pekerjaan yang lama memindah posting di sini ke blog baru di ye3aa.wordpress.com . Kalo sekaligus bisa bikin google curiga. Jadi mungkin seminggu sekali mindahnya. Tetapi sebelumnya mohon maaf karena memindah posting berarti 2000 komentar yang sudah ada menjadi tidak bisa ikut pindahan.

Saya ucapkan terima kasih atas kemurahan hati para pembaca blog ini kok mau-maunya baca tulisan saya. Karena sebetulnya kosong ndak ada ilmunya. Dan saya tidak akan mengatakan sampai jumpa di blog saya yang baru. Karena bagaimanapun saya meminta dengan hormat agar anda tidak membaca blog saya. Nanti anda akan tersesat.

Posted by: Rivai | October 24, 2012

Cara Menggunakan MMANA-GAL

MMANA-GAL adalah software bagus untuk merancang antenna. Versi basic MMANA-GAL adalah freeware. Tersedia juga versi MMANA-GAL yang pro. Tapi karena kita kan bukan pro (kan kita amatir nih gayanya), jadi pake versi MMANA-GAL basic aja dah cukup. Software ini hak ciptanya dipegang oleh Mr. Makoto Mori JE3HHT dan bisa diperoleh secara gratis di web site beliau. Juga tersedia software lain buatan JE3HHT yang bermanfaat misalnya MMTTY yang terkenal.

Mungkin karena sudah tua ya, saya jadi nunak-nunuk beneran belajar cara memakai MMANA-GAL ini. Coba baca di web site sebelah cuma disuguhi artikel yang seperti menerjemahkan HELP nya. Padahal saya hendak mensimulasikan antenna yang modelnya ternyata belum ada di library nya MMANA-GAL. Jadi ayok sama-sama kita belajar. Kalo salah nanti tolong dibetulkan. Dan saya cuma share yang paling dasar aja ya. Karena belum sempat explore yang lain. Keburu deadline update blog ini yang dah lama ngga di update (saingan ama blog sebelah hehehe).

Sebenernya MMANA-GAL punya koleksi file-file MAA yang banyak. Kebanyakan model-model antenna sudah ada file MAA nya. Tinggal kita edit aja kalo perlu penyesuaian. Tapi waktu saya coba cari file MAA utk antena tipe V (huruf V madep atas, bukan inverted V yang madep bawah), saya ngga nemu tuh file MAA. Alhasil harus bikin dari awal. Tapi sebagai contoh di sini, saya pasang skrinsut dari geometry nya inverted V 40m band. Yang penting anda dapat ide dasarnya.

Yang paling penting adalah kita harus membuat elemen “Source”. Yaitu elemen dimana nanti dianggap sebagai titik feed. Anda liat di geometry, poin 1, itu adalah elemen source nya. Terletak di sumbu X nol meter, sumbu Y ke kiri 0,1 m dan ke kanan 0,1 m (ada yang pake tanda minus) dan sumbu z 12 m. Sumbu z ini dianggap sebagai ketinggian terhadap ground. Juga ada diameter kawat  R yaitu 1mm. Yang lainnya bisa diliat di MMANA-GAL HELP. Elemen ini ditandai sebagai Wire 1 (W1). Kira-kira kalo dibayangkan, bentuknya adalah kawat lurus total sepanjang 20  cm ke kanan-kiri dari sumbu x.

Lalu kita tambahkan elemen-elemen kawat lain yang ke kanan dan kiri. Silahkan liat sendiri di geometry, wire 2 dan wire 3. Yang paling penting pada tahap ini adalah kita tidak boleh mengisi sumbu Y di titik 0,0 tetapi di ujung wire 1. Ingat bahwa wire 1 tadi berisi 0,1 dan -0,1. Maka wire 2 dan wire 3 sumbu y nya kita sesuaikan dengan mengisi titik awalnya di 0,1 dan -0,1 juga. Sedangkan ujung satunya silahkan anda isi berapa saja sesuai dengan kehendak. Hal ini disebabkan kalo kita isi sumbu y di 0,0 maka saat simulasi MMANA-GAL akan menganggap wire 1 konslet dengan wire 2 dan wire 3. Hasilnya adalah impedansi sisi imaginer yang tak terhingga dan sisi resistif yang mendekati nol. Ini pengalaman pribadi hehehe.  Ya maklum pengalaman pertama dan belajar otodidak tanpa ada guru yang ngajarin.

Di kotak Sources 1, itu wajib diisi lho. No 1 Pulse, isi saja dengan W1C. Artinya adalah kita pasang titik feed di Wire no 1 di posisi Centre. Dan ini artinya kita juga bisa membuat titik feed ini di wire yang mana saja. Atau kita juga bisa buat titik feed ini belakangan di geometry. Nggak harus dibuat pertama kali. Meskipun lebih enak pertama kali karena ada titik referensi utk elemen berikutnya.

Tahap-tahap selanjutnya udah enak tinggal klik-klik menu aja. Gampang. Apalagi kalo kita cuma pake model antenna yang ada di library MMANA-GAL. Kan tinggal edit wire length aja. Atau klik OPTIMIZE maka selanjutnya MMANA-GAL akan otomatis ngitung sendiri sampe ketemu di titik paling matching SWR nya.

Selamat mencoba. Siapa tahu anda jadi terinspirasi jadi pembuat antenna handal.

Posted by: Rivai | September 18, 2012

Salam Kenal Dari YE3AA

ye3aaTanggal 13 September 2012 sore, saya menerima Ijin Amatir Radio saya yang baru dengan call sign YE3AA. Alhamdulillah. Karena prosesnya hanya 3 bulan saja. Dikirim ke sekretariat orda Jatim awal Juni 2012, sudah bisa saya terima kembali tanggal 13 September.

Dengan demikian sudah resmi bahwa saya bukan lagi YB3TD, tapi panggil saya sekarang dengan YE3AA. Yang masih belum enak adalah ejaan fonetik nya. Wai i tri ei ei. Kadang masih suka salah sendiri nyebutnya.

Konsekuensinya adalah wajib membuat entry baru di qrz.com . Juga sudah create new entry di qrzcq.com . Ngga ketinggalan juga echolink dan eqsl.cc . Semua sudah ada. Tapi yang paling membuat hati bergetar adalah saat membuat klonengan ID di kaskus. Karena memang biasa pake ID itu, tapi sudah ngga berhak lagi. Sambil berurai air mata (ah, lebay) akhirnya ane pilih satu tipe transistor untuk jadi ID ane di kaskus, gan.

Satu pertanyaan menyakitkan justru datang dari sahabat sendiri via whatsapp waktu cerita soal YE3AA ini, “apa sih enaknya pake suffix AA”. Bingung jawabnya, akhirnya asal dijawab aja biar dia juga mangkel, bahwa sengaja memilih suffix AA sekedar menghambur-hamburkan harta aja. Jhahaha. Eh, maap itu guyonan iseng aja lho. Tidak bermaksud seperti itu. Kami kalo dah guyon memang sering melewati batas. Dan saya kan memang senang bercanda.

Penggunaan pertama call sign YE3AA pagi-pagi waktu YB1TC/3 minta report. Lalu sore harinya dengan sahabat-sahabat dari Cilacap city, YC2DQR dan YC2BSS yang langsung mengenali YE3AA adalah Ipang dari logat Cilacapnya yang ngga bisa hilang. Asem ngga bisa ngerjain mas Tri. Lalu Sabtu kemarin dipake ikutan Scandinavian Activity Contest mode CW. Dari SAC contest inilah baru ketahuan bahwa ketukan huruf E di antara ketukan panjang huruf Y dan angka 3 bisa membuat penerima seperti mati angin sehingga bisa tergagap dan minta ketuk ulang. Jadi rupanya huruf E kurang panjang ketukannya. Masalahnya kalo diketuk panjang jadi T ya. Hehehe. Yo wis gapapa.

Mengenang history call sign saya dari awal, rupanya saya memang belum pernah memperpanjang call sign. Diawali dari IAR kuning YD2MTA tahun 1999 yang kemudian menerima IAR merah YC2MTA tahun 2001 dan IAR biru YB2MTA tahun 2002. Lalu berganti menjadi YB3TD tahun 2007. Dan mengganti call sign lagi 2012 menjadi YE3AA.  Rasanya sih 5 tahun lagi sudah ngga perlu ganti call sign lagi ya. Tapi saya rasa lebih baik begitu daripada megang IAR kuning terus sejak 2004 sampe sekarang ngga ganti warna. Jhahaha.

Mengakhiri posting ini, ijinkan saya mengucapkan salam kenal dari YE3AA kepada pembaca blog ini. Dan mohon lain kali ngga usah kemari ya, soalnya blog ini memang ngga ada ilmunya. Sekedar iseng aja menuliskan sesuatu. Anda tidak akan mendapat manfaat apa-apa dengan berkunjung ke mari. Saya sarankan anda mengunjungi blog yb2ecg.wordpress.com yang sarat dengan pernak-pernik ilmu soal ham radio.

Older Posts »

Categories