Posted by: Rivai | February 6, 2009

Dung..Dung..Pret – Apakah Illegal?

Para pembaca saya pasti udah tau apa yang saya maksud dengan dung.. dung.. pret yang saya maksud. Yaitu upaya pengubahan audio agar terdengar lebih indah di sisi receiver. Sudah banyak sekali yang tergiur menjadi dungdungpreter. Terutama di band 40m. Bahkan sering saya dengarkan persis orang gila di 7.095.000 Hz, cuma ngomong gini: deng … deng … cis … cis … deng … deng. Terus begitu berulang-ulang. Pokoknya gokil dah. Bahkan sampe malem. Padahal frekuensi itu sering digunakan untuk PARA – net yang masih kuat signal nya di Indonesia.

Beberapa orang mengatakan bahwa radio dung dung crot adalah melanggar aturan. Entah apa yang mendasari pemikiran itu. Saya sih justru sangat setuju kalo operasi dungdungpret dikategorikan sebagai LID OPERATOR (pikir sendiri deh alasannya). Tetapi kalo dikategorikan melanggar aturan, nanti dulu. Saya rasa sih belum tentu itu melanggar.

Karena:
1. Technical aspect. KM 49/2002 jelas-jelas mensyaratkan maksimum bandwidth untuk operasi J3E, R3E dan H3E adalah 2400 Hz. Sedangkan A3E adalah 6000 Hz. Pertama bahwa kita harus mengategorikan dulu dungdungcrot ini di kategori emisi yang mana. Sesudah itu, harus ada pengujian dengan alat ukur terkalibrasi untuk mengukur bandwidth nya. Secara kuping sih memang ada fakta dungdungcroters mrebet-mrebet suaranya kemana-mana. Tetapi ini tidak bisa dijadikan fakta hukum. Harus melalui alat ukur.

2. Formal Aspect. Ada salah satu pasal di KM49/2002 yang melarang penggunaan peralatan pengubah audio (saya lupa nomor pasalnya). Yang jelas-jelas termasuk peralatan pengubah audio adalah echo chamber. Nah, apakah perangkat dungdungcrot ini termasuk kategori peralatan pengubah audio? Karena yang diubah tidak terlalu banyak.

3. Jurisprudens Aspect. Ada banyak kasus yang menunjukkan bahwa orari – organisasi wadah tunggal amatir radio Indonesia ini tidak berniat secara konsisten dan sungguh-sungguh melaksanakan KM49/2002. Contoh paling gampang, beberapa special call di thn 2005 dan 2006 menyalahi ketentuan tentang prefix dan suffix. Semuanya adalah even resmi orari. Contoh lain adalah callsign YB2ECG di Jateng dan YC2ECG di DIY yang sama-sama belum expired (sorry, John). Sehingga kalo mengatakan bahwa radio dungdungcrot melanggar KM 49/2002, ngga cuma dungdungcroters dong.

Itu pemikiran saya. Selalu berusaha berada di tengah, netral, positive thinking, berpikir merdeka dan open minded. Bagaimana pendapat anda?


Responses

  1. Ergh, I agree bahwa law enforcement sangat lemah di YB-land.
    Untuk jamaah dung-dung-pret saya lebih seneng dengan istilah Lid untuk dung-dung-pret. Terkadang nyampah, hola-hola, test, belajar berhitung di sebarang frekuensi, terkadang di dx-window. Sorry guys!

    Eh, baru tahu ya kalau YC2ECG belum expired di Jogja? Emang atas nama siapa? He he… inget tuh sertifikat WAE tahun 2002, apes deh…. Tenang yang penting belum gua release tuh account di QRZ.com, ha ha….

    • boss, ternyata pengguna LSB/USB di span 7,0 – 7,03 Mc ternyata banyak yang call signer. pas hari apa kemarin lupa, saya dengerin, tiba-tiba kelompok itu bubaran pada pamit. katanya mau ke frek atas, ikut nusantara net. saya malah jadi bengong. kok gini yach? atau mereka punya nusantara net sendiri, somewhere ?

  2. Terkadang miris juga sih ndengerin yang kayak begitu. Sosialisasi bandplan kayaknya nggak kena atau nggak mau tahu………..
    Coba sekali-sekali dengerin pula di segmen 3.770-3.805MHz, I do believe that they own license. Bahkan mungkin kategori senior pulak, Pula 7.080-7.100 Mhz nggak beda jauh.
    Kegiatan Net mungkin juga harus di-rejuvenate, istilah apa ki? Kayaknya lebih cocok jadi arena legalitas iwak-iwak, penthung-penthung……..

    • ya begitulah keadaannya. saya jadi makin ngerti alasannya kenapa puluhan orang rela membubuhkan tanda tangan mendukung pengajuan judicial review KM49/2002.

  3. baru puluhan ya? kek kek kek…..

    • lebih tepat kalo pake kalimat “sudah puluhan ya?”. jumlahnya sama, tapi maknanya lain. (walang) kek kek kek ….

  4. [walang] kek kek kek………. juga; ha ha…..

  5. Kenapa ya kalo yang sifatnya prestasi apakah itu eksperimen, kontes, termasuk melakukan sesuatu yang sifatnya rule compliance (opo maneh) rada susah (atau malah susah sekali) di negeri ini ya.. Tapi yang sifatnya populer DAN instan sangat digemari. Mirip di jalan raya, berlomba-lomba sampai kantor mirip pembalap, tapi prestasi di bidang balapan emang ada banyak?? Sepertinya kalo topiknya begini kok cuman kita-kita aja ya yang komentar (padahal yang baca banyak he.. he..).. (kita?!? Loe kali…).. Salam

    • rules compliance = taat pada aturan. ya itulah kebanggaan saya sebagai seorang amatir radio. jadi kalo ada amatir radio nggak rules compliances + sombong + banter ngomongnya, ya ngga tau lagi apa namanya.

      semalem tak sms Medan utara contest, entuk pirang lembar log sheet nya?

  6. Wah seru juga ya, komentar dungdung pret, kalau saya yah namanya hobi gimana yah, kadang itu merupakan suatu kepuasan batin. Dimana kita ini sebagai orang timur kadang perlu ngobrol, perlu mainan biar juga udah tua. Yang penting perubahannya membuat orang senang saya mah itu ajalah. Padahal kalau diat bukan dungdung pret aja msalah masih banyak seperti penggunaan frekwensi VHF/UHF amatir yang dipakai oleh taxi, pebisnis, telephone, toko bangunan, dan lain sebagainya. Bisa di lihat di Jakarta sekitanya saja coba dilihat frekwensi UHF wah ramai deh. So gimana cara komunikasi kita bisa enjoi aja lah. TNX ya. Adi

    • cak Adi YC1FT. justru beda pendapatnya saya di situ. sudah begitu banyak kekacauan yang tidak sanggup ditertibkan oleh orari, mosok kita-kita yang mengaku bangga dengan keberadaan orari, yang tidak rela ada judicial review minta monopoli orari dicabut, kok tega-teganya menambah kekacauan itu? kekekekek. bukannya malah kudu bantuin “bersih-bersih” cak?

      makasih sudah mampir, cak Adi. jangan bosen-bosen kemari.

  7. Faktor kemungkinan lain, mungkin frekwensi di 80Meter dan 40Meter mungkin dilebarin kali ya mis 80 meter untuk amatir radio dari 3 Mhz-4Mhz kemudian 40 Meter dari 7.000Mhz-7.500Mhz. Ya Hayalan kan bolehkan.

    Belum lagi di 435.300 Mhz Kalau lagi satelite AO-51 Lewat, kedengeran deh tuh dari wilayah 0,1,2,3,4,7 para yd, yc, orong-orong kek lagi pada main di frekwence inputnya satelite di 145.920Mhz, kali ngak tau kali dia yee. Pada hal ITU sudah mengaturnya, he…,he..,he…, Wah seru deh. TNX-Adi-YC1FT.

    • yang 7 Mc udah ditambahin 7,1-7,2 Mc jadi band amatir berstatus primer sejak 29 Maret 2009. tapi di sini ngga tau nunggu apa supaya boleh dipake. nunggu presiden baru kaleee. wekekeke.

  8. Kira-kira ada ngak ya, yang baca ini suka stby di 50Mc kalau hari Sabtu atau Minggu, kalau ada e-mail ke aku dong pingin coba nih saya ngerasin ngomong di 50 Mc, atau sms sin saya ke-081808236295

  9. Mo tanya kalau ada Callsigner yang doble. baik di atas maupun di bawah apa ada hukumnya?

    • call sign dobel ngga ada hukumnya, pak camat. yang ada hukumnya adalah setiap penggunaan udara harus mendapatkan ijin (pengguna ruang udara tidak boleh illegal).

      makasih sudah mampir.

  10. Trims

  11. halo om Rivai, dung-dung cret kirain apa, mungkin biar kedengan Hi fi kali..

    • asal muasalnya bikin teknologi SSB kan demi efisiensi. ternyata bisa menghemat daya sampe 75%. la kalo dilebarin lagi spektrum nya, ya menyimpang dari niatan semula kenapa ada teknologi SSB, cak. ah, terserah aja ding. hehehe. salam kenal cak Syahriyan. salam utk keluarga. makasih sudah mampir.

  12. Wah Wah wah amatir sekarang gila-gilaan ya habatnya, booster pada pakai 2000, 3000, 4000, bahkan ada yang sampai 5000 watt di VHF cuma buat mentung doang pada hal bisa buat EME Comunication hehehehe kapan Indonesia punya station EME ya? (ngak boleh kali) Tapi dari pada buat mentung bendingan bikin EME kwak,kwak,kwak.

  13. Kalau yang pakai 5000 watt, aku udah liat. Ada ngak ya kira di sini yang baca udah pakai 10.000 watt kaya apa yaaa? tung tung tung. ORARI bukan buat mentung.

  14. Met sore rekans, kalau audio experiment I agree, kalau pentung pentungan just for Racing No, tapi kalau bagian dari suatu bentuk experiment OK lah, tentunya berbatas waktu dan terdokumentasi dan menjadi bahan bagi experimenter lainnya, Tapi kalau ada yang suka nya adu penthung hm….. ya kembali ke awal bergabung di ORARI kan tidak ada paksaan, jadi kalau ada yang aneh aneh itu bumbu bumbu dalam organisasi lah supaya Organisasi ini bisa hidup, lets think again the “Imagine” of Beatless……adakah yang bisa ??? 🙂

    • Rivai thn 2010 akan bersikap tidak sependapat sepenuhnya terhadap komentar anda, bung YB8BEW. Rivai 2010 akan selalu berpegang teguh kepada idealisme bagaimana mestinya seorang amatir radio bersikap.
      tapi itu tahun lalu. Rivai 2011 ternyata sudah mengalami degradasi idealisme dan setuju utk ikut bersikap gila-gilaan dan menggusur idealisme yang terlalu kaku. cara berpikir seperti yang anda lakukan itu mengajari saya banyak hal soal radio amatir “khas” Indonesia. dan kalo ngga ikut gila, malah jadi bisa gila sendirian.
      selamat datang di tahun baru 2011 (dalam makna sebenarnya). makasih sudah mampir.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: