Posted by: Rivai | March 18, 2009

Draft Pengganti KM 49/2002

Kaget pagi-pagi udah ditelpon konco. “Bener kowe, Pang. Postel sengaja ngerjain kita”, konco bilang gitu. Lo kenapa, saya tanya balik. Rupanya kawan ini abis cek ke web postel.go.id dan menemukan ada lemparan draft lain yaitu pengganti KM 77/2003 tentang KRAP. Dianggap ngerjain kaum ham radio karena draft pengganti KM 49/2002 amatir radio diberi kesempatan hanya 1 minggu untuk menanggapi sedangkan draft krap diberi kesempatan 2 minggu untuk menanggapi. Padahal tanpa publikasi memadai. Alhamdulillah wa syukurillah, Allah SWT masih berpihak kepada kaum ham radio sehingga ada kawan yang mengetahui perihal draft ini dan menyebarluaskannya sebelum tenggat waktu penyampaian tanggapan.

Apakah saya memberikan tanggapan? Oh temtu saza dong. Ini kesempatan emas meminta lebih untuk hobby radio amatir ku ini yang amat kucintai sejak kelas 4 SD.  Satu-satunya hobby yang diatur resmi oleh pemerintah karena efeknya melewati political border Indonesia. Tanggapan sudah saya email langsung ke pejabat Postel sesuai dengan petunjuk yang terpampang di executive summary draft pengganti KM 49/2002. Nggak usah banyak-banyak. Mbok malah jadi ngga dikasih kalo meminta terlalu banyak.

Pertama (dan paling penting), saya mempertanyakan kenapa organisasi wadah tunggal lagi. Padahal kemarin kan pasal wadah tunggal ini sempat maju ke meja hijau Judicial Review Mahkamah Agung. Memang sih, infonya hasil judicial review KM 49/2002 itu ditolak Mahkamah Agung. Karena  MA menganggap sudah kadaluwarsa. Kejadian tahun 2002, baru dimintakan Judicial Review 6 tahun kemudian. Tetapi yang harus diperhatikan adalah vonis MA ini sama sekali tidak menyentuh esensi materi gugatan. Jadi dengan masih dicobanya organisasi wadah tunggal di draft Permen ini, pasti akan ada ronde kedua Judicial Review. Lalu kenapa  Postel masih mencantumkannya? Pasti ada alasan kuat yang mendasarinya dan dengan segala konsekuensinya. Malah saya jadi pengin ngerti, kira-kira Bapak M. Nuh pirso ngga ya ada uji publik draft ini? he he he.

Kedua, saya memohon untuk perbaikan tata cara penulisan band plan di lampiran X. Karena dengan cara menuliskan seperti itu dipastikan akan menimbulkan multi tafsir. Sekarang ini saja sub band CW di 7 Mc sudah dipake orong-orong berijin IAR resmi (buktinya kalo udah sekitar jam 1730 WIB pada bergeser untuk ikut Nusantara Net. he he he). Saya lalu melampirkan band plan IARU Region 3 agar Bapak-Bapak Postel bisa terinspirasi dari model penulisan band plan agar tidak menimbulkan multi tafsir. Bahkan untuk urusan tata cara penulisan band plan ini jauh lebih baik KM 49/2002 karena amat detail dengan kode emisi. Itu lebih dibutuhkan (meski tidak pernah ditegakkan).  Jadi bukan cuma sekedar nulis NB,CW,SSB. Nanti bakal jadi legal tuh trek-trekan di 7.000.000 Hz. Peraturan Menteri adalah sebuah instruksi yang akan dilaksanakan di lapangan, sehingga sudah tidak pada tempatnya kalo masih mengandung pasal-pasal yang multi tafsir lagi.

Ketiga, memohon agar penambahan kapling baru di 7,1-7,2 Mc bisa langsung digunakan ham radio Indonesia per tanggal 29 Maret 2009. Negara-negara lain, terutama CEPT countries, gegap gempita menyambut penambahan alokasi ini.

Sebetulnya masih banyak hal-hal yang hendak saya ajukan. Misalnya mengenai dihilangkannya larangan menghubungkan perangkat radio komunikasi dengan jaringan telekomunikasi lain (karena di level PP dan UU masih dilarang). Tapi sutra lah. 3 saja cukup karena kalo terlalu banyak meminta malah yang punya bisa marah-marah.

Ayo, ayo rame-rame kasih tanggapan. Mumpung tgl 18 Maret (hari ini) masih beberapa jam lagi. Jangan cuma nanggepin di milis aja. Jago kandang dong. Kalo ke sesama ham radio aja galaknya minta ampun. Saat dikasih kesempatan jalur resmi cuma beraninya rame-rame via organisasi. Ha ha ha. Demi kemajuan kualitas ham radio Indonesia, bung!

Update:
Ternyata Postel memperpanjang masa partisipasi masyarakat dalam menanggapi draft Permen ini. Dari semula ditutup pada 18 Maret 2009 diundur menjadi 29 Maret 2009. Hal ini dinyatakan dalam siaran pers Postel yang tercantum di web site postel.go.id.

Namun yang lebih menarik adalah ditampilkannya beberapa tanggapan yang sudah masuk ke meja Postel. Sayangnya tidak satupun usulan saya yang ditampilkan. Memang ada 1 point yang mirip dengan tanggapan saya, namun menilik kalimatnya, itu tidak mirip. Hanya sekedar esensinya saja yang sama. Oke ndak papa. Yang penting saya sudah memanfaatkan momen bagus ini.

Perasaan amat kecewa juga saya alami saat melihat komentar-komentar lain. Sebut saja ada yang tidak rela kalo Siaga dapat hak operasi PHONE di 40m. Alasannya karena akan semakin tidak tertib. Ini konyol. Karena si pengirim tanggapan pasti tidak pernah monitor di antara 7000000-7040000 Hz. Padahal di sana lah sumber ketidaktertiban itu. Juga operasi extended SSB yang sampai menghabiskan 9kc bandwidth. Atau jangan-jangan si pengusul adalah bagian dari itu sehingga akan terkurangi kenikmatannya ber a-o-a-o karena berebut frekuensi kosong dengan Siaga.

Atau tanggapan yang menginginkan dipersulitnya kembali syarat kenaikan tingkat. Kok egois banget. Tega-teganya si orang ini merasa berhak menentukan apakah seseorang layak naik tingkat atau tidak. Kok tega banget sama sodara se hobby mo jadi hakim penentu kualitas. Teganya teganya teganya. Ini mirip seseorang yang hidup dari jaman batu lalu terbawa mesin waktu ke abad 21. Dan sebab-sebab seperti inilah kenapa pencabutan wadah tunggal menjadi sangat relevan. Sudah ngga ada tempat bagi orang berpikiran menghadap ke belakang untuk menentukan masa depan ham radio Indonesia. Bahkan di DL-land, sejak 2005 sudah dihapus tuh yang namanya tingkatan. Semuanya jadi penegak. Sampe-sampe semua logging software kebingungan menentukan negara mana prefix-prefix Siaga DL-land (saya harus melakukan sendiri update country database manually). Saya malah kepengin begitu. Dihapus saja tingkatan-tingkatan untuk membuat ham radio semakin menarik banyak peminat. Hareee geneee, masih feodal?


Responses

  1. Iya nih, berkaitan konsultasi publik kok treatment-nya tidak equal, yang AR cuman dari tgl 11 s.d. 18 Maret 2009 sedangkan berkaitan dengan KRAP dari 16 s.d. 30 Maret 2009.. Is there any prawn behind the stone.. ha ha ha.. Salut buat rekan2 yang sudah menyampaikan langsung tanggapannya ke postel.go.id. Saya? wah sudah terwakili sobat saya nih.. Karena yang penting adalah pemikiran/esensi dari tanggapan bukan jumlah orang yang kirim tanggapan. Bagaimanapun draft masing menyimpan kekurangan termasuk masih adanya ketidaksesuaian berkaitan dengan kemerdekaan berserikat dan berkumpul yang dijamin UUD 1945. So.. kita tunggu saja respon balik dari Pemerintah.. Salam

    • lo tak pikir arep email dewek. makin banyak komentar kan makin pusing Postel nya. he he he.

      best regards,

  2. di forwarding ke milis aja Cak biar rame. Ntar khan “sesepuh” dan “pinisepuh” padha comment di sono.

    • cak Andang. tidak perlu dan tidak usah. karena:

      1. saya bukan member milis “terkenal” itu and sure not intended to become to. dulu 2002 pernah jadi member. tapi trus ketanggor mentok kasus senior-junior (senior=pinter, junior=guwoblok). saya lalu unsubscribe sampe skrg.
      2. kalo dilempar di milis, sekali lempar, lalu tergulung ke bawah. lalu dilupakan. member baru pasti ngga akan tau. kalo di blog, beda, cak. masih searchable.
      3. kesempatan menanggapinya sesuai instruksi adalah bukan di milis, tapi ke dua pejabat postel.
      4. ini bukan topik yang bagus di milis “terkenal” itu, cak. di sana tu yang menarik kalo ada yang bertengkar. pasti rame alias banyak yang nanggepin. topik judicial review kan (katanya konco saya) udah pernah dilempar di milis itu. tapi (konco saya bilang) ngga ada yang nanggepin. juga topik ttg draft, (jarene konco yang jadi member di milis itu) minim juga yang menyambutnya. jadi ini bukan sebuah topik yang cukup bagus untuk dilempar ke milis “itu”.

      jadi ya biarin aja saya taruh di blog ini. pasti ketemu kok kalo ada yang googling. makasih sudah mampir (lagi) cak.

  3. Justru itu Cak, lempar bola api disono biar dar, der dor ramee…. si pelempar bola cumin senyum + ketawa. asyiik khan ?? he..he

    • waduh nek sing ngono iku duduk watekku, cak Andang. gak seneng bal-balan soale. he he he

  4. He he…. gayeng nih.
    I’ve done kirim email dan nampaknya sudah termuat di nomor 1 s/d 4, ha ha……
    Saya kok, soal organisasi tunggal, terus terang seneng dengan format di W-land, bukan sok W-land, namun nggak ada salahnya men-‘jiplak’ sesuatu yang mapan dan terbukti bagus. AR diberikan kebebasan mau nggabung atau nggak terserah. Kalau nggabung ada advantage-nya sure bolehlah.
    Saat ini, IMHO, kasarnya, kewajiban anggota ke anggota sudah terpenuhi, namun hak-hak yang mesti didapat dari organisasi kayaknya belum banyak tersentuh. Dan terkadang, tragisnya, lebih terfokus untuk biaya operasional lokal…

  5. oooh jebule 1-4 itu anda to, kirain yang 8-9. ha ha ha. ya jan mangkel tenan ki tulisanku ora dimuat di web postel.

    yang jelas, kompetisi akan melahirkan kompetensi. kompetisi akan berujung murahnya biaya. kompetisi akan meningkatkan semangat. kompetisi akan membuat kedua intan berlian menjadi saling berkilau. kompetisi akan melahirkan kemurnian jiwa. kompetisi akan membuat pelakunya berpikir untuk mengerahkan segala cara untuk menjadi yang terbaik. kompetisi akan memberikan begitu banyak manfaat positif. kompetisi akan menunjukkan bahwa Ham Radio Indonesia adalah orang-orang yang pro demokrasi, pro kebebasan berpikir, pro kebebasan berkreasi dan anti status quo.

    wah kayak kampanye aja ya bozz.

  6. @Om Jon
    Klo W land, Ga perlu wajib masuk ORARI ?? CMIIW
    ga ada muslok Ya, Trus kapan bisa dangdutan bersama ??? Klo ga wajib Iuaran trus biaya artis buat njoget dari mana ?

    • biarin saya yang jawab, padahal buat bozz ECG.
      boleh percaya boleh ngga, orari tuh satu-satunya di dunia cuma ada di Indonesia lo cak.
      dangdutan gampang nanti kalo ada fox hunting atau hamfest kan selalu disediakan panitia. yang ngga ada kalo pentas Jazz, cuma 2x setahun JakJazz sama Java Jazz.

  7. He he…. kalau di W-land ya jelas nggak ada ORARI to OM Andang……..
    Terkadang anggaran untuk Muslok atau ham fest paling gede adalah post ndhangdutan …. he he….

    • bagi kita para ham radio generasi sekarang (around 10 years licensed), cara berpikirnya beda banget dengan mereka yang sudah jauh lebih lama punya IAR. ya wajar aja, banyak dari mereka yang ikut mendirikan orari sehingga “pejah-gesang” yo kudu tetep wadah tunggal. padahal di Kitab Suci saja boleh lo kalo mo poligami. he he he. nyremped.

  8. Emang berani ‘poligami’?
    He he…. ‘poligami’ saya cukup berkerling mata dengan EPC, FHClub, 30MDG, OMC, DMC….

  9. maksud saya, “poligami” adalah bukan sesuatu yang haram. artinya, tidak boleh dong misalnya anda pembenci “poligami” lalu memaksakan kemauan anda kepada mereka yang pro “poligami”.

  10. Wah, ternyata lagi ribet toh dunia AR kita? Kirain cuma R*PI aja yg ribets.
    Piye ki, mau masuk sana sini malah semua ribets. Akhirnya orang2 kayak saya gak pinter2, krn semua sibuk soal admin, bukan ilmunya.
    Yo wis, lah, monitor di sini aja. Kaykanya lebih menarik drpd cuma dapet KTA / Jaket warna warni.
    Hehehe…
    Maju terus om!

    • lo jaman sekarang tu vox populi vox dei. ayo suarakan pendapat anda, cak. jangan cuma monitor aja. nanti kalo keinginan dan harapan ngga didengar, lalu mutung dan memutuskan tidak memperpanjang ijin. jangan gitu ach.

      soal awake ndewe jadi pinter apa ngga, itu tergantung teman bergaul anda kok, cak. trust me. nek anda kumpulannya singa, anda pasti jadi singa. nek kumpulane orang-orang radio amatir pinter, anda pasti jadi ketularan pinter. nek lebih sering kongkow ama temen2 KRAP, ya anda pasti lebih condong ke sono daripada kemari. nah, nek ternyata anda lebih memilih berkumpul dengan saya, ngga boleh, cak. emang kita mau adu anggar apa? hehehe.

      call sign apa nih kok ngga disebut. makasih ya udah mampir.

  11. contone sing mutung, sing nulis blog karo koncone sing nulis komentar iki, hi hi …

    • holah nulis posting kapan, komentarnya kapan. udah expired, cak Rudi. hehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: