Posted by: Rivai | March 30, 2009

Pile Up – Ganja Ham Radio

Anda pernah jadi sasaran pile up? Kalo belum, wah, anda harus coba. Sensasinya booo, rrruarr biasa. Dan inilah ganja di dunia ham radio. Karena tidak ada peristiwa yang bisa membuat orang ketagihan selain pile up.

Pile up adalah kejadian banyak stasiun radio berebutan untuk mengajak QSO dan bertukar report dengan satu buah stasiun radio.  Satu stasiun lawan banyak stasiun. Kebayang kan betapa riuh rendahnya.

Kenapa bisa ada pile up? Karena semua stasiun radio yang mengeroyok itu ternyata sama-sama membutuhkan sebuah data QSO lengkap dan sempurna dengan stasiun tersebut. Kalo jumlahnya puluhan stasiun yang mengeroyok, paling dalam beberapa menit juga bisa selesai. Tapi kalo yang membutuhkan adalah stasiun radio dari seluruh pelosok penjuru dunia, butuh waktu lama untuk melayani mereka semua.

Kenapa sih kok harus berebutan begitu? Karena stasiun yang diburu biasanya tidak punya waktu banyak untuk terus menerus mengudara.  Atau band yang digunakan tidak selalu terbuka sehingga tidak bisa 24 jam. Dengan keterbatasan waktu begini, tidak ada solusi lain kecuali harus berebutan kalo mau dapat.

Kondisi pile up paling gampang adalah saat kita menggunakan mode CW. Saya berani bilang begitu karena saya pernah di pile up dalam 3 mode berbeda yaitu CW, SSB dan RTTY. Dan CW adalah yang paling mudah direspon. Karena perbedaan tone CW beberapa Hertz saja sudah bisa membedakan antara satu stasiun dengan stasiun lain. In fact, kita ngga perlu geser-geser tuning dial untuk melayani. Atau kalo pesertanya berjumlah ribuan, bolehlah sambil anda putar-putar tuning knob anda sedikit demi sedikit. Lakukan itu dengan tangan kiri anda (untuk memutar tuning knob ataupun saat anda mengetuk manually) dan gunakan tangan kanan untuk fungsi logging QSO (manual dengan kertas-ballpoint ataupun computer-assisted). Semakin sering anda berlatih pile up CW, di dalam telinga anda akan tercipta “filter audio” sehingga dengan mudah bisa melayani tone CW yang berbeda-beda.

Tingkat kesulitan menengah adalah mode SSB. Karena teriakan peserta sulit dibedakan karena memancar di frekuensi yang persis sama. Betul-betul harus menunggu hingga bisa terdengar satu callsign yang bisa dipanggil. Paling sulit justru mode RTTY. Karena signal RTTY memiliki 2 “tanduk” yang harus kita zero beat. Repot bener kudu puter-puter tuning knob sembari melihat layar monitor. Tapi justru PSK31 (atau varian PSK lain) jauh lebih mudah, asal dilakukan dengan cara split (duplex).

Saat paling tepat untuk berlatih pile up adalah saat kontes, baik nasional ataupun internasional. Buat situasi dimana anda adalah stasiun yang mereka cari. Misal, muncul hanya 1-2 jam sebelum kontes berakhir. Apalagi kalo anda adalah callsign dengan nilai lebih (ada point lebih atau new multiplier). Jatuh bangun deh mereka akan mengejar anda.

Saya masih inget betul saat 2005 ngramein WAG contest. Ngga sengaja waktu dolan ke YB2BY. Cek contest calendar, jebul ada WAG (worked all germany) contest. Ya cuma sekitar 1,5 jam. Langsung nderek nunut dengan Ft1000MP MKV, 3 ele 15m mono quad  dan 500 watt, mode CW. Logging software dengan CT buatan K1EA (karena saya familiar dengan CT). Wuahhh, rrruarrr biasa. Ratusan stasiun DL-land nguber saya.  Masih merinding sampe sekarang kalo inget.

Tapi hati-hati ya. Kesenengan di pile up adalah addicted. Sama seperti ganja. Sekali kenal, anda bisa yang jatuh bangun untuk minta lagi dan lagi.

Selamat berlatih. Jadilah seorang ham radio yang progresif ya.


Responses

  1. ganja >> addicted >> menguras kantong >> [jangan sampe bikin mati ].

  2. wah apa ada pengalaman pribadi cak? he he he

  3. Beda nggak OM di-pile-up dari 2-call area saat ONN? Apakah addicted juga, sayang saya belum jadi NCS-nya…….🙂
    Kalau piling-up di RY atau PSK siap-siap deh jari jemari dengkelan, apalagi kalau kemampuan ngetiknya 11 jari, jamin deh….. tapi kok ya bikin ‘kangen’ ya…..

  4. 2-call area nya mana aja, boss. kalo di pile up YB2 dan YB6, ya dominan YB2 dong. tapi kalo anda di pile 2-call area dari YB5 dan YB6 ya seimbang tuh signalnya.

    pan ude ane bilang, pile up tu addicted, brada. kaga percaya. ya ude.

  5. Mangsud ane: put yourself on ONN’s NCS shoes saat di 80m/40m net…. apakah net-nya juga merasakan ‘ganja’ yang sama? Kayaknya ndak ya… rasanya garing, malah terkadang nyeletuk pse standby pse standbye atau cukup cukup…. ha ha…..

  6. oooh kalo NCS ONN mah udah qualified operators, boss. level nya udah jauh lebih tinggi dari YB3TD. ngga bisa lah rakyat jelata kaya saya ngomentarin “pasukan elite”. takut salah. entar bisa disuruh mulangin KTA.

  7. Welehh…. jadi kepingin .. setelah dapat pencerahan.. terimakasih yo Pak YB3TD atas berbagi pengalamannya saya sudah ikut merasakan dahsyatnya …… Pile Up.

    • betul mas Gun, pokoknya kalo udah pernah ketabrak pile-up, pasti ketagihan. cobain ndiri deh ntar dikira saya boong.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: