Posted by: Rivai | August 20, 2009

Permen Tabel Alokasi Spektrum Frekuensi Indonesia

Wah kaget tadi temen yang kasih tau sudah ada Peraturan Menteri Kominfo yang baru mengenai tabel alokasi spektrum frekuensi radio Indonesia yang baru ternyata sudah ditandatangani dinyatakan berlaku. Peraturan Menteri Kominfo no 29/PER/M.KOMINFO/07/ 2009 sudah secara resmi pula mencabut tabel alokasi spektrum frekuensi Indonesia yang lama yaitu KM Menhub no 5/2001.

So far saya telaah, ada hal positip dan negatip yang berkaitan dengan kegiatan amatir radio saya. Yaitu yang positip adalah penambahan kapling 100 kc dari 7,1-7,2 Mc bagi kegiatan amatir radio dengan status primer. Anda (yang DXer) pasti tau sifat menakjubkan 40m band ini). Dengan demikian kita para radio amatir Indonesia sudah ngga perlu lagi pusing kudu bekerja split setiap kali adu kontes mengejar (dan dikejar) stasiun dari Region 2.

Namun ada satu item negatif yaitu pengurangan alokasi frekuensi dari semula 430-440 Mc yang disunat 2 Mc menjadi 430-438 Mc. Sudah disunat, masih pula dikasih status sekunder. Jadi masih kalah prioritas ama petugas-petugas toko, radio gelap, orong-orong dan sakpanunggalane.

Tetapi, sungguh saya menemukan suatu kebanggaan hati dalam PerMen ini. Yaitu jajaran team Bp Muh Nuh dan Depkominfo rupanya sekarang lebih berpihak kepada lurusnya tatanan hukum dan norma pergaulan telekomunikasi internasional. Kenapa begitu? Coba saja anda perhatikan. Di awal Permen 29 ini sudah jelas disebutkan bahwa Permen ini dibuat berdasarkan acuan sepenuhnya dari Radio Regulation 2008. Hal ini termasuk di dalamnya adalah alokasinya, dasar penetapannya, istilah yang digunakan. Bahkan istilah bagi pengguna alokasi itu. Hal ini berdampak langsung atas dihapuskannya istilah KRAP, RAPI, Radio Antar Penduduk ataupun segala istilah yang berkaitan dengan kegiatan radio “saudara sebelah” itu. Betul-betul tidak ada. Sehingga saya malah jadi berpikir, apakah mungkin organisasi RAPI sekarang tidak memiliki lagi jatah frekuensi kerja? Sama sekali tidak disebutkan. Baik di 11,415 Mc, 27 Mc, 142-143 Mc, 470 Mc.  Atau saya yang tidak cermat.

Okelah tidak mungkin “tetangga kita” itu sudah tidak dikasih kapling untuk menyalurkan hasratnya. Itu artinya Menkominfo akan menerbitkan aturan lanjutan mengenai alokasi untuk “tetangga kita” itu. Jadi, mari kita tunggu kejutan lanjutan dari Depkominfo dan Menkominfo. Semoga akan menjadi kejutan menyenangkan untuk para amatir radio Indonesia.

Secara pribadi, saya mengucapkan terima kasih dan hormat untuk Bp Menkominfo dan Depkominfo team atas dikabulkannya penambahan alokasi 100 kc di 7Mc. Itu yang paling menyenangkan untuk saya selaku penggemar DX dan kontes internasional.

Untuk sodara-sodara se hobby, mari kita manfaatkan perluasan kapling kita dengan sebaik-baiknya. Yuuukk……


Responses

  1. selamat de 7,1-7,2 untuk amatir indonesia
    dengan radio siara yang masi mencokol di region 2-3 yang mengunakan power gede menyulitkan untuk merisif

    • wah kalo saya sih udah makaciiiiiih bgt Kominfo tanggap cepat soal kaplingan baru ini. soal radio broadcast mah gampang. masih banyak space kosong lo. paling tinggal 3-4 stn aja. yang kedenger di 7,13 (bahasa malaysia), 7,14 (bahasa korea?) dan satu lagi agak atas dikit bahasa China kali ya. kemarin saya udah cobain kapling baru. tak pikir saya stn pertama yang pake. ternyata udah diduluin sama rekan Sumut. hehehe

      makasih sudah mampir cak Iwan YD0KRG.

  2. He.. he.. Akhirnya Tabel Alokasi sesuai ITU Region 3 juga ya.. Yah kita lihat saja nanti aturan pelaksanaannya terutama dalam “kreativitasnya” untuk “mengakomodasi” hal2 yang sudah tercantum diaturan lama.

    Tapi paling tidak salut atas keluarnya permen ini yang secara “utuh” mengadopsi ketentuan internasional berkaitan dengan alokasi frekuensi.

    Now what? Ya dipakai yang baik sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama misalnya berkaitan dengan Op Procedure dll serta dijaga dari oknum/orang usil yang menggunakan frekuensi “sak wudele dhewe”..

    • iya bro. nek aku sih udah syukur banget WRC 2003 udah langsung diterapkan di band plan ini. tinggal sama-sama dimanfaatkan secara maksimal. malah sakjane karena 40m udah cukup luas kaplingnya, mungkin aja Depkominfo mo bikin surprise YD boleh SSB di 40m (mode NGLAMUN=ON).

  3. Priwe..? arep bali semarang kapan seh….?

  4. ecg mau pasang quad lazy di mobilnya.. mau bantu kagak..?

    • deneng quad lazy? wingi ujarku arep masang 2×13 multi beam koh. ganti maning apa ngKoh?

  5. Oooh nek Antena mobil-e ECG kudu sing merek-e BRC ya.. (BRC=Brotherhood Radio Communication) semacam paseduluran apa gitu… (dudu merek pager lho ha ha ha).. Lha gari sedulur sekang Bapak apa Ibu.. jajal di-confirm.. ha ha ha.. deneng OOT-lah..

    • la kuwe NWB sing ndisiti mulane njur dadi OOT. hehehehe

      • Nang endi wae kok krasa dirasani yo…..ha ha….:)

  6. Ha ha ha ha ha… Never ending story… Ha ha ha ha.. Itu namanya evergreen dJo… Memorable… Lots of Fun and make everybody happy..

  7. Soal radio sebelah diatur sendiri dalam Kepmen 34/2009 alokasi freq 142-143.575 VHF dan HF 26.960 -27.410 MHz. Band abu-abu 11.415 tidak disebutkan sama sekali. Dasarnya adalah Mou Radio sebelah dengan Depsos, krn 11.415 itu emergency depsos. Soal gak nyambung dengan PP 34/2009, undang-undang telekomunikasi dan yang lain aku ndak ngerti. Aku pikir Pemerintah RI memanfaatkan alokasi FIXED and Mobile service dalam radio regulation untuk menampung persolan radio sebelah gitu lho.

    • waduh boss satu ini ketoke keyboard nya udah bosok poya? aku kok ndadak ngedit sik, ndandani huruf sing mestine wis dipejet ning gogrok rak nemplek nang nggonaku, mas.

      iya anda kasih komentar setelah permen 34/2009 udah keluar. sedangkan saya nulis itu saat permen 34 belum keluar. jadi ya pertanyaan saya sudah dijawab permen 34. cuma yang aneh, kenapa pemerintah memaksakan pemegang ikrap utk bergabung di satu saja organisasi wadah tunggal. bukankah warga negara diberi kebebasan berserikat dan berkumpul seperti yang dijanjikan di UUD 45 pasal 28E, sumber segala sumber hukum di Indonesia. kok bisa ya ada peraturan menteri wani nglangkahi UUD45? bingung aku, tak ndodok sik ah ….. ngenteni udan. wis 3 sasi rak tau ana banyu nlethik ndik ngGresik kene mas. hehehehe


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: