Posted by: Rivai | October 21, 2009

Janji Presiden SBY Saat Pelantikan

Tgl 20 Oktober kemarin adalah saat bersejarah untuk orang Indonesia. Karena presiden Indonesia dilantik untuk masa jabatan kedua 2009-2014. Susilo Bambang Yudhoyono, pria kelahiran Pacitan, kembali dipercaya mengemudikan kapal bernama Indonesia menuju level kemakmuran yang lebih tinggi.

Menyimak ucapan beliau saat membacakan sumpah jabatan presiden, ada hal yang menarik. Yaitu janji untuk memegang teguh UUD 45 sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia. Dengan status sebagai sumber hukum tertinggi, maka tidak ada peraturan buatan pemerintah yang levelnya lebih tinggi atau sederajat dengan UUD 45. Semua peraturan lain adalah lebih rendah tingkatannya. Dan karena levelnya lebih rendah, maka tentu saja semua peraturan-peraturan itu HARUS TIDAK BOLEH BERTENTANGAN dengan UUD 45 sebagai sumber hukum tertinggi di Indonesia.

Sebagai ham radio Indonesia, anda tentu sudah tahu bahwa Depkominfo telah menelurkan peraturan Menkominfo no 33/2009 yang isinya mengatur kegiatan amatir radio di Indonesia. Kebangetan lah kalo ngga tau. Sebetulnya isinya menarik. Tapi yang paling menarik adalah bahwa Pemerintah (Menteri Kominfo) memaksa warga negara Indonesia yang memiliki ijin amatir radio untuk dipaksa bergabung dengan wadah tunggal organisasi para pemegang IAR itu. Kita-kita para pemegang IAR tidak diberi peluang untuk memilih organisasi yang kita mau, atau memilih tidak menjadi anggota manapun, atau setidaknya secara sukarela bergabung dengan organisasi tunjukan Pemerintah itu.

Padahal di UUD 45 jelas-jelas disebutkan di pasal 28E bahwa kita warga negara Indonesia diberi perlindungan oleh UUD 45 untuk melakukan kebebasan berkumpul, kebebasan berpendapat dan kebebasan menyatakan pendapat di muka umum baik lisan maupun tulisan. Namun kebebasan itu hanya menjadi sebuah mimpi indah tak berwujud dengan diterbitkannya Permen Kominfo 33/2009 tentang kewajiban bergabung dengan sebuah wadah tunggal organisasi.

Saya berharap Presiden RI yang baru dilantik ini akan punya waktu untuk review keberadaan Permen Kominfo 33/2009 ini dan mencabutnya. Karena jelas-jelas mengebiri hak warga negara untuk bisa bebas berorganisai.

Sebagai seorang ham radio, menjadi kebanggan saya adalah karena kita-kita para ham radio adalah orang-orang yang taat kepada aturan-aturan hukum. Bandingkan dengan organisasi radio komunikasi “sebelah” yang bahkan secara organisasi bersama-sama anggotanya menjadi pelanggar-pelanggar hukum.¬† Sungguh jauh lebih mulia kita para amatir radio yang sudah melalui ritual berat untuk menerima secarik kertas berwarna kuning. Nah, menjadi kewajiban kita juga untuk menjadi melek dan terbuka hati menerima kenyataan bahwa Permen Kominfo 33/2009 ternyata melanggar pasal 28E UUD45, sumber hukum tertinggi kita. Tentu sangat sulit menerima fakta ini. Apalagi bangunan wadah tunggal ini telah berdiri 40 tahun. Tapi dengan hati jernih, rasional, pikiran terbuka dan kepala dingin pasti akan melihat dengan jelas kejanggalan ini.

Jadi mari sama-sama kita doakan bahwa pada suatu hari nanti Presiden RI akan bisa memberikan kepada kita hak kebebasan untuk berorganisasi. Sesuai dengan UUD45. Amin.

Selamat bertugas, SBY – Boediono.


Responses

  1. Sampaikan ungkapan cinta, keluh kesah, kritik, dan saran anda untuk pemimpin kita

    http://www.facebook.com/pages/Presiden-Indonesia/204016290557


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: