Posted by: Rivai | February 14, 2011

Hukum Kekekalan Energi – Lagi Penasaran

Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Itulah bunyi hukum kekekalan energi. Tapi lupa siapa namanya penemunya. Nggak soal lah. Yang jelas, saya sudah lama banget penasaran dengan hukum ini dalam hubungannya pada energi RF yang kita pancarkan saat mengudara. Bahkan saya sangat ingin untuk menulis email ke Prof. Yohannes Surya, fisikawan top, utk sekedar mendengarkan komentar beliau soal hukum ini.

Saat kita memancarkan energi RF dari radio kita sekian watt, maka energi yang akan diserap oleh receiver hanya sepersekian watt (yang kemudian jadi energi bunyi atau energi lain). Sedangkan sisa energi yang, kemana perginya? Ingat bahwa energi itu tetap ada. Ini lo yang membuat saya super penasaran. Kemanakah energi sisa itu pergi? Kalopun berubah bentuk, dalam bentuk apa dan apa yang mengubah bentuk energinya karena pada saat dia dipancarkan, energinya dalam bentuk elektromagnetik.

Rasa penasaran justru memuncak ketika membaca kesaksian tentang fenomena LDE (long distance echo). Ada seorang ham Jepang yang kaget karena menangkap signalnya sendiri yang sedang CQ, signal yang dia pancarkan 30 menit yang lalu. Dia pikir itu orang lain tadinya. Tapi ternyata dia mendengar call sign dia di signal itu.

Dengan dikenalinya fenomena LDE ini menunjukkan fakta bahwa energi RF ini masih berada di udara dan akan terus berada di situ sampai ditangkap oleh receiver.

Maka, apakah mungkin dengan membuat sebuah receiver tertentu, kita akan bisa menangkap signal-signal masa lalu? Mungkin sebuah receiver yang berbasiskan waktu, bukan berbasiskan frekuensi. Dan betapa sangat padatnya densitas energi RF di udara kita karena sejak penemuan Guglielmo Marconi, orang mulai meradiasikan RF ke udara dan itulah kepadatan RF dimulai.

Long Live And Prosper.


Responses

  1. Pemikiran anda bener2 hebat,
    pada kmana RF yg 100 watt itu ?
    apa mungkin menjadi energi panas yg tersebar
    di volume udara yg sngat luas, jadi panasnya nggak terasađŸ˜€
    gitu kali gan…

    • mungkin begitu. tapi jadi muncul pertanyaan:
      1. yang dipancarkan kan energi RF. apakah udara mampu mengubah RF jadi panas?
      2. kalopun betul berubah jadi panas, mestinya suhu sekarang sdh memanggang kita karena sdh lebih dari seratus tahun energi RF mulai dipancarkan ditambah energi radiasi dari alam sejak bumi diciptakan. kan banyak banget pemancar RF berdaya besar dan memancar 24 jam seperti pemancar tv, radio dan seluler. total energi per detiknya udah mega joule.

      jadi mumet ya mas? hehehe

  2. Benar kalo energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, tapi khan ada perubahan bentuk, nah kalopun tidak berubah energi RF khan ada yang tidak dipantulkan alias bablas ke outer space.. Kalo yang dipantulkan pasti ada yang sebagian ambles bumi ada yang montal-mantul lagi, tentu saja ada losses dalam perjalanannya.. wah dadi kemutan pelajaran TEORI MEDAN…

    • apakah udara mampu mengubah bentuk energi RF? berubah menjadi apa? panas? mestinya bumi sdh panas sekali sekarang karena manusia sdh memancarkan RF 100 tahun yang lalu lo, master.

  3. Ungkapan anda tentang hukum kekekalan enerji Einstein itu kurang lengkap Mas, seharusnya : enerji masuk = Enerji keluar + rugi efisiensi.
    Rugi karena faktor efisiensi yang paling nyata adalah : heat dissipation.
    Banyak faktor rugi yang lain yang akan panjang dijabarkan. Nah dengan rumus siatas itu, anda sekarang pasti sdh tidak penasaran kan bahwa ternyata enerji-nya tetap kekal.
    Walau demikian, theori enerji Einstein yang terakhir sebelum si mBah ini seda adalah Enerji masuk = Enerji Keluar + rugi efisiensi + masa lenyap.
    Massa lenyap ini sangat kecil namun selalu mengikuti E = m.C^2. ; m adalah massa yang lenyap dan C adalah kecepatan cahaya. Bisa terbayangkan betapa gedenya kekuatan enerji ini dan ini ternyata terjadi dalam reaksi fusi nuklir. Oleh sebab itu, enerji bom atom itu sangat ngedab edabi.
    salam, didik wiryawan 73 de YB0ICE.

    • teorinya mmg gitu, ndan. tapi coba saja dijumlahkan secara matematik jadi makin bingung. karena power output RF selalu dalam satuan desibel dengan value positif, sedangkan di sisi penerima selalu terdeteksi desibel dalam value minus (hanya sebagian kecil saja energi RF dari pemancar yang ditangkap receiver). pertanyaan saya kan kemanakah sisa energi RF tadi (yang tidak ditangkap oleh receiver). andaikan itu berubah jadi panas, es di kutub pasti sudah mencair dan kita terpanggang panas suhu udara karena energi RF sudah muncul 100 tahun sejak Guglielmo Marconi sukses dgn gap emission nya. jadi pastilah sisa energi itu tidak berubah jadi panas (kalor). naaaah, dalam bentuk apakah energi itu sekarang (mengingat adanya hukum kekekalan energi tadi). ???

      rasanya memang energi itu masih melayang-layang di udara dalam bentuk RF. hanya kita yang belum bisa zero beat utk bisa menangkap energi itu. dan mungkin rumus f.t = 1 bisa saja menjadi f.t = t dimana faktor frekuensi sudah lenyap dan hanya faktor time saja yang tersisa. bukti nyata dan ada saksinya yaitu fenomena LDE itu, ndan. Long Distance Echo.

      wuaahhh makin bingung.

  4. Tambahan utk alinea terbawah tulisan Cak Vai :
    anda benar, secara teori, enerji yang sdh keluar (dalam hal ini sinyal radio) bisa direcall namun sarana utk itu yang belum bisa dibuat oleh manusia. Salah satu bentuk nyatanya adalah dalam pilem fiksi ilmiah : “The Time Tunnel” dan “Planet of The Apes”
    Konon sekarang sedang dibangun alat utk pendekatan time tunnel ini di Eropa (atau Amerika) yang panjangnya puluhan kilometer (silakan tanya Oom Google)
    73 de YB0ICE.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: