Posted by: Rivai | May 26, 2011

Kabel Panjang USB Untuk WiFi

Bermula dari kekesalan kualitas internet speedy yang pas-pasan tapi kena tarif speedy 214 rb bulan, akhirnya dengan hati bulat bermaksud langganan saja hotspot wifi dari warnet sebelah yang cukup bayar 50 rb dah dapet unlimited untuk sebulan.

Singkat cerita, untuk bisa mendapat kualitas signal wifi yang baik, saya harus memasang modem wifi saya di ketinggian yang cukup. Nah di point inilah saya bermaksud sharing, bagaimana caranya membuat kabel panjang untuk wifi modem atau lebih dikenal sebagai USB cable extender.

Lazimnya orang radio amatir, sayapun langsung berpikir kemungkinan adanya di cable losses di usb cable extender yang akan menurunkan tegangan listrik sehingga membuat modem wifi saya menjadi tidak bekerja. Tetapi mengingat bahwa tegangan kerja USB adalah tegangan DC (yang tidak sensitif terhadap pengaruh impedansi), maka saya duga tidak ada cable loss.

Percobaan pertama dgn menggunakan kabel coax RG-58 sepanjang 15 meter. Gagal total. Modem wifi USB saya terdeteksi sebagai unrecognized USB device.  Saya pikir karena cable losses. Lalu saya ganti dengan RG-8 sepanjang 15 meter (soalnya yang 30 meter udah tak kirim ke pondok bambu). Juga gagal.

Akhirnya kudu browsing nih dan nemu web site yang mengulas cara membuat USB cable extender untuk menambah panjang kabel USB saya. Anehnya, posting itu berhenti (tidak selesai) dan bahkan menyuruh pembaca untuk mencoba sendiri. Belakangan saya menduga posting itu berhenti karena memang tidak berhasil membuat kabel panjang USB lebih dari 11 meter. Saya juga menemukan banyak posting lain tapi rupanya semua merujuk ke web pertama itu. Di sana dijelaskan mengenai adanya fenomena cable losses yang akan membuat power loss dan data loss. Saya sudah ngga sepakat karena di ujung kabel coax saya sudah saya ukur tidak ada power loss. Tapi saya belum nemu jawabannya.

Akhirnya saya klik link ke wikipedia dari web site itu. Dan ketemulah sebab musabab kenapa kita tidak bisa membuat kabel panjang USB untuk wifi. Yaitu kita terhalang oleh fenomena bernama cable delay.

Wikipedia menceritakan standard komunikasi USB device mensyaratkan batas respon USB device maksimal adalah 5,2 nS (nano detik). Jika USB device yang dituju memberikan respon lebih lama dari 5,2 nS maka komputer akan mendeklarasikan status sebagai unrecognized USB device. Dan inilah yang saya alami.

Berbekal temuan angka 5,2 nS ini kemudian saya mencari data soal cable delay untuk kabel coax saya. Ternyata amat sangat parah. RG-58 punya delay sekitar 3 nS / meter. Jadi mustahil untuk menggunakan kabel coaxial untuk membuat kabel panjang USB extender.

Angka delay bagus justru saya temui di kabel UTP tipe CAT 5. Kabel UTP ini memiliki faktor cable delay 0,45 nS / meter. Dan temuan ini sekaligus menjawab pertanyaan saya kenapa orang bisa sukses membuat kabel panjang USB extender sepanjang 10 meter. Yaitu karena kabel masih berada di bawah batas maksimal delay standard USB. Jadi bukan karena cable loss tapi akibat cable delay.

Kesimpulannya, ngga usah repot-repot bereksperimen membuat kabel panjang USB extender lebih dari 10 atau 11 meter. Karena pasti tidak akan berhasil.

Lalu solusinya kalau anda memang butuh untuk menempatkan modem wifi jauh di atas tower,  anda bisa mencoba (karena saya belum pernah) semacam USB repeater. Konon alat ini bisa membantu hingga total 20 meter. Tapi pendapat pribadi saya, anda akan mendapat kualitas koneksi yang lambat karena total delay menjadi 10,4 nS.

Atau ikut saran dari master YD1OCG yang menganjurkan menggunakan wifi access point yang dikerek ke tower. Bisa digunakan sebagai wifi client atau wifi repeater. Karena access point ini memang udah dari sononya dihubungkan pake kabel UTP. Jadi panjangnya bisa berpuluh-puluh meter.

Ingat ya, cable delay. Bukan cable loss. Oke? Hehehe


Responses

  1. Sip top markotop ndan!

    • ane keduax, gan. jhahaha

  2. Duh… Nelangsa temen-lah.. (sambil ngelus dada)… jhahahahaha… Khan sudah dari kemaren dianjurkan pindah Jakarta.. again.. J A K A R T A… faham? Ayo cepetan… ditunggu di pondok bambu… qqqqqqq….

    • ah jakarta, menyebut namanya aja udah mulez. jhahaha

  3. Rada belum D0ng…hubungan antara Jakarta dengan USB Wifi….
    Apakah yang dimaksud di Pondok Bambu melimpah akses wifi-nya kah? xi xi…..

    • maksudnya di jakarta jangan khawatir soal kualitas internet. mo pake HSDPA, semua BTS pasti ready the best. mo pake wifi RTRW, banyak yang nyediain. mo subscribe cable internet, ada fastnet yang murah-meriah.

      ada juga soto betawi H.Halim di jl. pahlawan revolusi.

  4. mas.. saya mau nanya kalau pakai modem gimana ngatasin cable delaynya.. terimakasih

    • cable delay itu sesuatu yang gak bisa dihindari mas. paling-paling ya coba-coba pake kabel dengan nilai delay yang seminimal mungkin.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: